Minggu, 13 Oktober 2024

Melebur dan Mengalir Bersama, Ia Meminjam Wajah Puisi

 Oleh Arofatul Lailia

Identitas Buku

Judul: Ia Meminjam Wajah Puisi

Pengarang: Aya Canina

Penerbit: Basabasi

Tebal buku: 86 halaman

Cetakan: 1, April 2020

Tahun terbit: 2020

ISBN: 978-623-7290-84-1



    Kesedihan, pengkhianatan, dan rasa sakit hati ialah beberapa toping kecil yang menemani kehidupan. Membuat setiap cerita hidup menjadi lebih pahit dan manis bercampur aduk. Namun, justru dari sanalah kita belajar tentang kekuatan, ketahanan, dan arti sejati kebahagiaan. Dari kesedihan itu pula, Aya Canina berhasil mengemasnya menjadi serangkaian puisi dalam buku yang berjudul Ia Meminjam Wajah Puisi (Basabasi, cetakan pertama 2020).

    Buku Ia Meminjam Wajah Puisi berisikan kumpulan puisi yang memiliki tema tersendiri. Aya Canina menerangkan banyak kesedihan, pengkhianatan, dan rasa kehilangan mendalam yang disusun dengan sangat elok menggunakan bahasa puitis dan sederhana. Dalam ulasan ini, akan diulas beberapa puisi, yang mengusung tema penderitaan, kehilangan, dan pengkhianatan.

    Buku ini diawali dengan pengantar dan beberapa identitas lainnya. Lalu, dilanjut dengan sajian puisi-puisi yang Aya Canina tulis. Puisi pertama dalam buku ini berjudul Mayat Pelacur, di mana dalam puisi ini menggambarkan potret menyedihkan seorang perempuan yang merasa mati secara perlahan dalam kehidupannya. Menyajikan gambaran yang menyayat hati tentang kesepian, penderitaan, dan kematian seorang perempuan. Melalui bahasa yang sederhana namun penuh makna.

    Pohon yang kian tabah ditinggal anak-anaknya pergi, daun yang sebenarnya membenci angin karena dipaksa jauh dari ibunya. (hlm.3). Dalam puisi ini, Aya Canina menyuarakan tentang kekuatan hidup yang mampu bertahan di tengah segala keterbatasan dan penderitaan. Setiap objek yang disebutkan dalam puisi ini memiliki makna yang mendalam, menggambarkan berbagai kehidupan manusia. Mengajak kita untuk merenungkan makna kehidupan, kekuatan untuk bertahan, dan pentingnya memiliki harapan di tengah kesulitan. Pesan yang disampaikan sangat bagus dan dapat menginspirasi siapa saja yang membacanya.

    Dan beginilah kiranya. Kau suruh aku menunggu, sementara di balik pintu kau bercumbu dengan gincu yang tak pernah kutahu milik siapa. (hlm.5). Aya Canina seolah-olah menjelaskan tentang rasa sakit hati yang mendalam akibat pengkhianatan. Penulis yang awalnya penuh harapan, kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang yang dicintainya telah meninggalkannya. Menyajikan gambaran yang menyayat hati tentang cinta yang kandas dan harapan yang pupus. Melalui bahasa yang sederhana namun penuh makna, Aya Canina berhasil menyampaikan perasaan kesedihan, kekecewaan, dan pengkhianatan yang begitu mendalam.

    Berikutnya, Sore ini ada bau busuk di kebun rumahku. Ketika kutengok, ternyata ada jari-jarimu yang tergeletak bernanah karena sudah tiga malam menggenggam mawar. (hlm.18). Aya Canina menggambarkan kegagalan dalam mengendalikan perasaan cintanya. Cinta yang seharusnya membawa kebahagiaan justru menjadi sumber penderitaan. Mawar yang seharusnya menjadi simbol keindahan, kini menjadi simbol luka dan kepedihan. Aya Canina berhasil menyampaikan perasaan kompleks tentang cinta, kehilangan, dan penderitaan.

    Aya Canina menerangkan tentang apa itu arti kesedihan, kekecewaan, dan pengkhianatan menurutnya. Dengan menerangkan macam-macam makna kesedihan yang mungkin sudah tidak asing lagi di kehidupan ini. Penulis juga menyertakan makna kehidupan lewat diksi dan majas yang sangat bagus dan menyentuh hati.

    Sosok Aya Canina, dalam kumpulan puisi ini lebih sering menggunakan diksi yang sederhana. Kata-kata yang dipilih terkesan sederhana namun membutuhkan waktu beberapa saat untuk memahami maknanya. Tema-tema yang diangkat cenderung berat karena mengisahkan atau menjelaskan tentang kesedihan, dan pengkhianatan. Tetapi di balik semua itu, kumpulan puisi ini sangat menyentuh hati.

2 komentar:

Tugas Kapita Selekta Bahasa Indonesia

Nama: Arofatul Lailia NPM: 23410056 Kelas: 6B Mata Kuliah: Kapita Selekta Bahasa Indonesia Pada mata kuliah Kapita Selekta Bahasa Indonesia,...